oke

Minggu, 01 Maret 2015


Al Qur'an adalah kitab suci umat muslim, Al-Quran pertama kali yang dikenal sebagai Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadhan.

Al-Quran ada dua tahap, yaitu :

1. Dari lauhil mahfuz ke sama' (langit) dunia secara sekaligus pada malam lailatul qadar :

Hal ini dipertegas dengan Firman Allah Swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185 :
"bulan ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)" Al-Baqarah : 185
Diperkuat dengan pernyataan Ibnu Abbas dan pengikutnya bahwa proses turunnya Al-Quran dari baitul izzah ke langit dunia itu  dunia pada malam lailatul qodar.

2. Dari sama' (langit) dunia secara berangsur-angsur.

Para ulama Islam sangat memahami bahwa Proses turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara Malaikat Jibril tidaklah sekaligus dalam bentuk satu kitab sperti yang kita lihat sekarang. Al-Quran diturunkan secara bertahap, terkadang hanya satu ayat, terkadang beberapa ayat, namun ada juga yang turun satu surat sekaligus.

Proses turunnya Al-Quran dari langit dunia ke bumi menurut satu riwayat AL-Quran diturun dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu dari malam 17 ramadhan, saat Nabi berusia 40 tahun, sampai dengan 9 dzulhijjah pada haji wada', saat usia Nabi Muhammad 63 tahun, 10 H.
Surah yang pertama kali di turun kan adalah Q.s.al-`Alaq : 1-5 di gua hiro, menurut hadist mengatakan:

Al Qur'an mempunyai perhitungan tentang jumlah ayat atau juz pada al qur'an tersebut :

1. Jumlah Juz : 30 Juz

2. Jumlah surat : 114 surat

3. Jumlah Halaman : 604 halaman (rata-rata untuk quran yang awal dan akhir surat hanya dalam halaman yang sama)

4. Rata-rata jumlah ayat dalam satu halaman = 6236 / 604 = 10.33

5. Rata-rata jumlah ayat dalam satu juz = 6236 / 30 = 207.87

Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. Kemudian dia suka menyendiri, dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu ia membawa bekal, kemudian ia pulang kepada Khadijah r.a maka Khadijah membekali seperti bekal yang dulu. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran. Seorang malaikat datan kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan, maka akupun menjawab `aku tidak pandai membaca` . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga aku merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun menjawab `Aku tidak pandai membaca`. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali, sehingga aku merasa amat payah. Kemudian ia lepaskan lagi, dan berkata ` Bacalah` Aku menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali, sehinggga aku kepayahan, kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan samapi dengan Apa yang tidak diketahuinya`, ( Hadis )



Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara, antara lain:
1. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya.
2. Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW.
3. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng.
Menurut Nabi SAW, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai-sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin.
4. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli.
Setiap kali mendapat wahyu, Nabi SAW lalu menghafalkannya. Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril.
Al-Qur’an diturunkan dalam 2 periode, yang pertama Periode Mekah, yaitu saat Nabi SAW bermukim di Mekah (610-622 M) sampai Nabi SAW melakukan hijrah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa itu disebut ayat-ayat Makkiyah, yang berjumlah 4.726 ayat, meliputi 89 surat.

Nah itu adalah ringkasan tentang al qur'an yang saya buat bila ada yang keliru harap untuk menegur saya, karena itu adalah tugas kalian bagi seorang pembaca yang baik, semoga bermanfaat artikel kali ini.

sumber: 
http://tentangpr.blogspot.com/






Makna Tembang Macapat

makna tembang macat
1. Maskumambang
Adalah gambaran dimana manusia masih di
alam ruh, yang kemudian ditanamkan dalam
rahim/ gua garba ibu kita. Dimana pada waktu
di alam ruh ini Allah SWT telah bertanya pada
ruh-ruh kita: “Alastu Bi Robbikum”, “Bukankah
AKU ini Tuhanmu”,
2. Mijil
Merupakan ilustrasi dari proses kelahiran
manusia, mijil/mbrojol/mencolot dan keluarlah
jabang bayi bernama manusia
3. Sinom
Adalah lukisan dari masa muda, masa yang
indah, penuh dengan harapan dan angan-angan.
4. Kinanthi
Masa pembentukan jatidiri dan meniti jalan
menuju cita-cita. Kinanti berasal dari kata
kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita
membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar
agar cita-cita kita bisa terwujud.
5. Asmarandana
Menggambarkan masa-masa dirundung asmara,
dimabuk cinta, ditenggelamkan dalam lautan
kasih. Asmara artinya cinta, dan Cinta adalah
ketulusan hati, meminjam istilahnya kang Ebiet
G.Ade dalam lagunya: “ Cinta Yang Kuberi
Setulus Hatiku Entah Apa Yang Kuterima Aku
Tak Peduli”.
6. Gambuh
Awal kata gambuh adalah jumbuh / bersatu
yang artinya komitmen untuk menyatukan cinta
dalam satu biduk rumah tangga. Dan inti dari
kehidupan berumah tangga itu yaitu: “ Hunna Li
Baasulakum, Wa Antum Libaasu Lahun”, “Istri-
istrimu itu merupakan pakaian bagimu, dan
kamu adalah merupakan pakaian baginya”.
7. Dhandhanggula
Gambaran dari kehidupan yang telah mencapai
tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah
tercapai, cukup sandang, papan dan pangan
(serta tentunya terbebas dari hutang piutang).
Kurangi Keinginan Agar Terjauh Dari Hutang,
sebab kata Iwan Fals: “ Keinginan adalah
sumber penderitaan ”
8. Durma
Sebagai wujud dari rasa syukur kita kepada
Allah maka kita harus sering berderma, durma
berasal dari kata darma / sedekah berbagi
kepada sesama.
9. Pangkur
Pangkur atau mungkur artinya menyingkirkan
hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang
menggerogoti jiwa kita.
10. Megatruh
Megatruh atau megat roh berarti terpisahnya
nyawa dari jasad kita, terlepasnya Ruh / Nyawa
menuju keabadian (entah itu keabadian yang
Indah di Surga, atau keabadian yang Celaka
yaitu di Neraka).
11. Pocung (Pocong / dibungkus kain mori
putih)
Manakala yang tertinggal hanyalah jasad belaka,
dibungkus dalam balutan kain kafan / mori
putih, diusung dipanggul laksana raja-raja, itulah
prosesi penguburan jasad kita menuju liang
lahat, rumah terakhir kita didunia.
“ Innaka Mayyitun Wainnahum Mayyituuna “, “
Sesungguhnya kamu itu akan mati dan mereka
juga akan mati”.
Semoga bermanfaat