oke

Minggu, 07 Desember 2014

Halalkah Budaya perayaan Tahun Baru Masehi

            Malam tahun masehi selalu dirayakan secara meriah oleh masyakat dunia termasuk indonesia, walau sebenarnya budaya tersebut bukan termasuk budaya masyarakat indonesia islam khususnya,, bahkan sangat bertentangan dengan syariat islam. menurut K.H LUTFI BASHORI pengasuh ponpes Ribath AL-Murtadlo Al-islami Singosari Malang,  perayaan tahun baru masehi adalah budaya yang dibawa penjajah belanda yang notabene adalah beragama kristen dan bertentangan dengan Agama Islam yang dikembangkan  oleh wali songo sejak sebelum datangnya penjajah tersebut, yaitu lebih di utamakan kemayarakatan dengan menggunakan kalender hijriah yang denganya hari-hari besar Islam ditetapkan.Sehingga, dengan demikian masyarakat islam diharamkan ikut-ikutan berpesta foya merayakan tahun baru . karena Alloh menegaskan dalam Al-qur'an "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada tuhanya."  (Q.S. Al-Israa' (17). 27.
           Jika kita cermati, sebenarnya berbagai pesta perayaan tahun bari masehi adalah hal yang sia-sia karena menyita waktu untuk istirahat dan juga membuka pintu kemaksiatan.berapa milyar rupiah dikeluarkan untuk kembang api,sinar lazer, makanan mewah,dan berbagai konser musik ikut dalam perayaan malam tersebut yang tak jarang menimbulkan tawuran dan kerusuhan, konvoi keliling kota semalam suntuk yang bising,tak tertib dan rawan menimbulkan kecelakaan berapa liter BBM dihabiskan? Anehnya, pemerintah malah terkesan melakukan pembiaran, sebaliknya takbir keliling yang sangat dengan makna syiar agama islam di Jakarta dan kota lainya justru dilarang miris bukan?
          Hal yang lebih mengerikan adalah dampak kerusakan moral terutama bagi para remaja. dengan dalih merayakan tahun baru massehi, mereka bebondong-bondong menuju tempat-tempat hiburan malam,taman-taman rekreasi , walau ditengah malam gulita yang waktu tersebut lebih mulia untuk menunaikan sholat tahajud. 
         Saya masih ingat ketika tahun baru 2014 lalu saya ikut menghadiri acara organisasi PELAJAR NAHDLATUL ULAMA di kantor CABANG PONOROGO. dengan acara nonton bareng film SANG KYAI saya berharap bisaa meniru teladan sang pendiri NU yaitu Hadratussyeikh HASYIM ASY'ARI.selepas acara tersebut tepatnya pukul 00.00 saya pulang menuju rumah dijalan,saya menyaaksikan langsung pemandangan yang sangat mengagetkan : 

  • banyak muda-mudi berdua'an sambil bermesraan dan penuh kegembiraan seakan-akan dunia miliknya berdua.
  • Banyak muda-mudi berkonvoi di jantung kota dengan ugal-ugalan yang membahayakan pengendara lain.
  • Juga terdengar kebisingan terompet hingga gemerlap kembang api perayaan akhir tahun

        Fakta lain yang lebih menyedihkan dari dampak perayaan tahun baru adalah penjualan Kondom di toko dan Apotik meningkat drastis bahkan sampai kehabisan. tentunya hal tersebut sangat merusak moral bangsa Indonesia dan menjauhkan dari tradisi Agama Islam. dan juga sebagai peringatan bagi para orang tua untuk menjaga dan mendidik putra dan putrinya untuk tidak masuk dalam jurang kemaksiatan akibat perayaan tahun baru yang penuh resiko pemborosan.dimana endingnya sangat fatal yaitu terenggutnya keperawanan yang berbuah kehamilan diluar nikah bahkan nyawa mereka melayang akibat oplosan.

         Dalam hal seperti ini kita harus kembali pada diri kita masing-masing untuk selalu meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Alloh SWT. mari bergabung dengan organisasi yang di bentuk para ulama' yang mencegah perbuatan pnegatif dan menganjurkan perbuatan positif seberti bakti sosial,kajian keislaman dll.sehingga kita dijauhkan dari kegiatan-kegiatan yang berbau non muslim yang menyesatkan AQIDAH Agama kita. dan semoga pemuda-pemudi islam indonesia menjadi generasi penerus bangsa yag bermoral dan ber Akhlaqul Karimah. Amiiiiiin. sumber rujukan dari majalah AL-HAROMAIN edisi bulan Desember hal. 5 foto dari http://4.bp.blogspot.com/