Shalat berjamaah
merupakan syi'ar islam yang sangat agung, menyerupai shafnya malaikat ketika
mereka beribadah, dan ibarat pasukan dalam suatu peperangan, ia merupakan sebab
jerjalinnya saling mencintai sesama muslim, saling mengenal, saling mengasihi,
saling menyayangi, menampakkan kekuatan, dan kesatuan. Allah menysyari'atkan
bagi umat islam berkumpul pada waktuwaktu tertentu, di antaranya ada yang
setiap satu hari satu malam seperti shalat lima waktu, ada yang satu kali dalam
seminggu, seperti shalat jum'at, ada yang satu tahun dua kali di setiap Negara
seperti dua hari raya, dan ada yang satu kali dalam setahun bagi islam
keseluruha seperti wukuf di arafah, ada pula yang dilakukan pada kondisi
tertentu seperti shalat istisqa' dan shalat khusuf. Shalat berjamaah wajib atas
setiap muslim yang mukallaf, laki-laki yang mampu, untuk shalat lima waktu,
baik dalam perjalanan maupun mukim, dalam keadaan aman, maupun takut.
B.Manfaat dan
Hikmah shalat berjamaah
Banyak umat Islam yang menganggap remeh urusan shalat berjamaah. Kenyataan
ini dapat kita lihat di sekitar kita. Masih bagus mau shalat, pikir kebanyakan
orang, sehingga tidak berjamaah pun dianggap sudah menjadi muslim yang baik,
layak mendapat surga dan ridha Allah. Padahal, Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, dalam shahihain, sampai pernah hendak membakar rumah para
sahabat yang enggan berjamaah. Kisah ini seharusnya dapat membuka mata kita
betapa pentingnya berjamaah dalam melaksanakan rukun Islam kedua ini.
Jika mengamati hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat berjamaah,
barangkali kita dapat menyimpulkan sendiri bahwa hukum shalat berjamaah
“nyaris” wajib. Bagaimana tidak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
menerangkan bahwa hanya ada tiga hal yang dapat menjadi alasan bagi kita untuk
meninggalkan shalat berjamaah; hujan deras, sakit, dan ketiduran. Di luar itu,
beliau akan sangat murka melihat umat Islam menyepelekan shalat berjamaah.
Perhatian besar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini cukup
beralasan. Karena di dalam shalat berjamaah terdapat banyak hikmah dan manfaat
bagi umat Islam, baik untuk maslahat dien, dunia, dan akhirat mereka. Berikut
ini beberapa hikmah dan manfaat yang bisa diunduh umat Islam dari shalat
berjamaah.
1. Allah telah mensyariatkan pertemuan bagi umat ini pada waktu-waktu
tertentu. Ada yang dilaksanakan secara berulang kali dalam sehari semalam,
yaitu shalat lima waktu dengan berjamaah di masjid. Ada juga pertemuan yang
dilaksanakan sekali dalam sepekan, yaitu shalat Jum'at. Ada juga yang
dilangsungkan setelah pelaksanaan ibadah yang agung, dan terulang dua kali
setiap tahunnya. Yaitu Iedul Fitri sesudah pelaksanaan ibadah puasa Ramadlan
dan Iedul Adha sesudah pelaksanaan ibadah Haji. Dan ada juga yang dilaksakan
setahun sekali yang dihadiri umat Islam dari seluruh penjuru negeri, yaitu
wukuf di Arafah. Semua ini untuk menjalin hubungan persaudaraan dan kasih
sayang sesama umat Islam, juga dalam rangka membersihkan hati sekaligus dakwah
ke jalan Allah, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.
2. Sebagai bentuk ibadah kepada Allah melalui pertemuan ini dalam
rangka memperoleh pahala dari-Nya dan takut akan adzab-Nya.
3. Menanamkan rasa saling mencintai. Melalui pelaksanaan shalat
berjamaah, akan saling mengetahui keadaan sesamanya. Jika ada yang sakit
dijenguk, ada yang meninggal di antarkan jenazahnya, dan jika ada yang
kesusahan cepat dibantu. Karena seringnya bertemu, maka akan tumbuh dalam diri
umat Islam rasa cinta dan kasih sayang.
4. Ta'aruf (saling mengenal). Jika orang-orang mengerjakan shalat
secara berjamaah akan terwujud ta'aruf. Darinya akan diketahui beberapa kerabat
sehingga akan tersambung kembali tali silaturahim yang hampr putus dan
terkuatkan kembali yang sebelumnya telah renggang. Dari situ juga akan diketahui
orang musafir dan ibnu sabil sehingga orang lain akan bisa memberikan haknya.
5. Memperlihatkan salah satu syi'ar Islam terbesar. Jika seluruh umat
Islam shalat di rumah mereka masing-masing, maka tidak mungkin diketahui adanya
ibadah shalat di sana.
6. Memperlihatkan
kemuliaan kaum muslimin. Yaitu jika mereka masuk ke masjid-masjid dan keluar
secara bersamaan, maka orang kafir dan munafik akan menjadi ciut nyalinya.
7. Memberi tahu orang yang bodoh terhadap syariat agamanya. Melalui
shalat berjamaah, seorang muslim akan mengetahui beberapa persoalan dan hukum
shalat yang sebelumnya tidak diketahuinya. Dia bisa mendengarkan bacaan yang
bisa dia petik manfaat sekaligus dijadikan pelajaran. Dia juga bisa
mendengarkan beberapa bacaan dzikir shalat sehinga lebih mudah menghafalnya.
Dari sini, orang yang belum mengetahui tentang syariat shalat, khususnya, bisa
mengetahuinya.
8. Memberikan motifasi bagi orang yang belum bisa rutin menjalankan
shalat berjamaah, sekaligus mengarahkan dan membimbingnya seraya saling
mengingatkan untuk membela kebenaran dan senantiasa bersabar dalam
menjalankannya.
9. Membiasakan umat Islam untuk senantiasa bersatu dan tidak berpecah
belah. Dalam berjamaah terdapat kekuasaan kecil, karena terdapat imam yang
diikuti dan ditaati secara tepat. Hal ini akan membentuk pandangan berIslam
secara benar dan tepat tentang pentingnya kepemimpinan (imamah atau khilafah)
dalam Islam.
10. Membiasakan seseorang untuk bisa menahan diri dari menuruti
kemauan egonya. Ketika dia mengikuti imam secara tepat, tidak bertakbir sebelum
imam bertakbir, tidak mendahului gerakan imam dan tidak pula terlambat jauh
darinya serta tidak melakukan gerakan bebarengan dengannya, maka dia akan
terbiasa mengendalikan dirinya.
11. Membangkitkan perasaan orang muslim dalam barisan jihad,
sebagaimana yang Allah firmankan,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ
بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di
jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan
yang tersusun kokoh." (QS. Ash Shaff: 4)
Orang yang mengerjakan
shalat lima waktu dengan berjamaah dan membiasakan untuk berbaris rapi, lurus
dan rapat, akan menumbuhkan dalam dirinya kesetiaan terhadap komandan dalam
barisan jihad sehingga dia tidak mendahului dan tidak menunda
perintah-peritnahnya.
12. Menumbuhkan perasaan sama dan sederajat dan menghilang status sosial
yang terkadang menjadi sekat pembatas di antara mereka. Di sana, tidak ada
pengistimewaan tempat bagi orang kaya, pemimpin, dan penguasa. Orang yang
miskin bisa berdampingan dengan yang kaya, rakyat jelata bisa berbaur dengan
penguasa, dan orang kecil bisa duduk berdampingan dengan orang besar. Karena
itulah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menyamakan
shaff (barisan) shalat. Beliau bersabda, "janganlah kalian berselisih
yang akan menyebabkan perselisihan hati-hati kalian." (HR. Muslim)
13. Dapat terlihat orang fakir miskin yang serba kekurangan, orang sakit,
dan orang-orang yang suka meremehkan shalat. Jika terlihat orang memakai
pakaian lusuh dan tampak tanda kelaparan dan kesusahan, maka jamaah yang lain
akan mengasihi dan membantunya. Jika ada yang tidak terlihat di masjid, akan
segera diketahui keadaannya, apakah sakit atau meremehkan kewajiban shalat
berjamaah. Orang yang sakit akan dijenguk dan diringankan rasa sakit dan
kesusahannya, sedangkan orang yang meremehkan shalat akan cepat mendapat
nasihat sehingga akan tercipta suasana saling tolong menolong dalam kebaikan
dan takwa.
14. Akan menggugah keinginan untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam dan para shabatnya. Melalui shalat berjamaah, umat Islam
bisa membayangkan apa yang pernah dijalani oleh Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersama para shabatnya. Sang imam seolah menempati tempat
Rasulullah yang para jamaah seolah menempati posisi sahabat.
15. Berjamaah menjadi sarana turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu
wa Ta'ala.
16. Akan menumbuhkan semangat dalam diri seseorang untuk meningkatkan amal
shalihnya dikarenakan ia melihat semangat ibadah dan amal shalih saudaranya
yang hadir berjamaah bersamanya.
17. Akan mendapatkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda, sebagaimana
yang disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "shalat
berjamaah itu lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian." (HR.
Muslim)
18. Menjadi sarana untuk berdakwah, baik dengan lisan maupun perbuatan.
Berkumpulnya kaum muslimin pada waktu-waktu tertentu akan mendidik mereka untuk
senantiasa mengatur dan menjaga waktu.
sumber gambar: bamah.net