A. Pengertian
metode membaca SQ3R
Metode membaca SQ3R adalah sebuah metode
yang dikembangkan oleh Prof. Franis P.Robinson ia adalah seorang guru besar
psikologi dari Ohio State Unifersity sejak tahun 1941. Pendapat tokoh mengenai
metode SQ3R salah satunya pendapat Nurhadi (1989) memberi istilah syrtabaku
(survey,Tanya,baca,katakan, ulang). Dengan metode SQ3R pembaca mula lebih cepat
untuk bisa membaca dengan baik, karena metode ini merupakan metode yang sangat
baik untuk membaca intensif dan rasional. Metode ini lebih tepat di gunakan
untuk kegunaan studi. Karena metode ini khusus dirancang menurut jenjang yang
memungkinkan siswa untuk belajar. Sistematis dan efisien. Karena pada dasarnya
seorang pembaca lanjut terkadang merasa kesulitan dalam belajar membaca karena
beberapa hal antara lain:
1. Belum tau metode yang tepat untuk membaca,
sehingga kebanyakan menggunakan cara yang belum tepat untuk membaca.
2. Kurangnya
peminatan untuk
khusus belajar membaca dan sebagian berfikir bahwa membaca akan
otomatis bisa karena adanya sekolah.
3. Belum adanya pemahaman tentang hal yang
dibacanya sehingga membaca hanya sebatas melafadzkan saja tetapi belum bisa
untuk memahami.
Metode ini di berikan dimaksudkan untuk
menemukan ide pokok dan detail yang penting yang mendukung ide pokok serta
mengingatnya lebih lama. Dalam menemukan ide-ide penting itu kita perlu
menguasai pedoman kecil yang disajikan oleh pengarang serta memperhatikan
hal-hal penting lain dari tulisan seperti grafik, table,diagram,dan alat bantu
lainya.
Dengan metode SQ3R diharapkan pembaca tidak
mengalami kesulitan dalam membaca karena metode ini tidak hanya membaca isinya
saja tetapi di mulai daari pengamatan terlebih dahulu sehingga pembaca akan
lebih mengetahui apa yang akan dibacanya.
Metode SQ3R adalah
1. Survey (S) atau dalam arti meninjau.
2. Question (Q) atau dalam arti bertanya.
3. Read (R1) atau dalam arti membaca
4. Recite (R2) atau dalam arti menuturkan.
5. Review (R3) atau dalam arti mengulang.
Berikut penjelasan tentang lima tahap
metode SQ3R
1. Survey
(meninjau)
Survey atau meninjau adalah teknik mengenal bahan
sebelum membacanya secara lengkap. Dengan melakukan peninjauan dapat
dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca.
Peninjauan untuk satu bab memerluan wakti 5-10 menit. Aspek yang di tinjau bisa
berupa judul, hal ini diharapkan bisa membantu untuk memfokuskan pada topik
bab.
Hal-hal lain
yang perlu diperhatikan dalam meninjau yaitu Baca pendahuluan bisa memberikan
oreontasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab, selain itu baca
kepala judul/subbab mmemberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran,
perhatikan grafik, diagram adanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk
memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks. Perhatikan alat bantu
baca termasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan
untuk membantu pemahaman dan mengingat.
Bagian-bagian
itu dibaca dengan cepat untuk mengetahui gambaran umum isi buku/bagian buku
secara menyeluruh dan bersifat umum atau (skimming).dan demikian dalam waktu
yang relative singkat pembaca akan segera mengetahui apakah buku ini cocok
dengan tujuanya, apakah buku ini buku tersebut berisi informasi dan diperlukan
atau tidak.
Tujuan
survey adalah:
1.
Mempercepat menangkap arti
2.
Mendapatkan abstrak
3.
Mengetahui ide-ide penting
4.
Melihat susunan(organisasi) bahan
bacaan
5.
Mendapatkan minat perhatian yang
seksama terhadap bacaan
6.
Memudahkan mengingat lebih banyak
dan memahami lebih mudah.
2. Question ( Bertanya)
Question Langkah kedua adalah
menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jelas, singkat, dan revelan dengan
bagian-bagian teks yang telah ditandai pada langkah pertama. Jumlah pertanyaan
bergantung pada panjang-pendeknya teks, dan kemampuan dalam memahami teks yang
sedang dipelajari. Jika teks yang sedang dipelajari berisi hal-hal yang
sebelumnya sudah diketahui, mungkin hanya perlu membuat beberapa pertanyaan.
Sebaliknya, apabila latar belakang pengetahuan tidak berhubungan dengan isi
teks, maka perlu menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya.
Sebagai
contoh tulislah pertanyaan-pertanyaan setelah membaca subbab tersebut setelah
itu tulis pada satu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya
untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalnya kita membaca buku tentang
“Belajar SMA” dan kepala judulnya adalah “ Manfaatkan berbagai kegiatan
ekstrakurikuler disekolahmu”. Pertanyaan yang dapa kita buat adalah ” mengapa
kita harus memanfaatkan kegiatan ekstra kurikuler?” dan “ bagaimana caranya
kita bisa ikut terlibat dalam dalam kegiatan ekstra kurikuler tersebut?”
3. Read (membaca)
Read Langkah ketiga adalah membaca
secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah
tersusun. Dalam hal ini, membaca secara aktif juga berarti membaca yang
difokuskan pada paragraf-paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban
yang diperkirakan relevan dengan pertanyaan yang telah disusun pada langkah
kedua
Dengan
membaca kita mulai mengisi informasi kedalam kerangka pemikiran bab yang kita
buat pada proses survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah
subbab lain sebelum kita menyelesaikan. Pada saat membaca, kita mulai membaca
kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada question. .
4. Recite (menuturkan)
Recite Langkah keempat adalah menyebutkan atau
menceritakan kembali jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun.
Sedapat mungkin diupayakan tanpa membuka catatan jawaban sebagaimana telah
dituliskan dalam langkah ketiga. Jika sebuah pertanyaan tidak terjawab, diusahakan
tetap terus melanjutkan untuk menjawab pertanyaan berikutnya. Demikian
seterusnya, hingga seluruh pertanyaan, termasuk yang belum terjawab, dapat
diselesaikan dengan baik.
Deengan
melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan
mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan
subbab.
Cara melakukan Recite adalah dengan melihat
pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan
cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.
5. Review ( mengulang)
Pada langkah terakhir dilakukan
peninjauan ulang atas seluruh pertanyaan dan jawaban sehingga diperoleh sebuah
kesimpulan yang singkat, tetapi dapat menggambarkan seluruh jawaban atas
pertanyaan yang telah diajukan.
Review membantu
kita untuk menyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya
ingat kita untuk bab pada bahan tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan
membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman.
Cara review yang terbukti efektif adalah dengan cara menjelaskan kepada orang
lain.
Meski terkesan sangat mekanistik, tetapi membaca dengan
menggunakan SQ3R ini dianggap lebih memuaskan, karena dengan teknik ini dapat
mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada
intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan tersurat dalam suatu
buku atau teks Selain itu, langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik ini
tampaknya sudah menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi
yang dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang
seseorang. B. Hakikat Pembelajaran SQ3R Dengan teknik SQ3R dapat mendorong
seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau
kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan yang tersurat dalam suatu buku atau
teks. Selain itu langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik ini tampaknya sudah
menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi yang
dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang
seseorang. C. Perbedaan SQ3R dengan Pembelajaran Lain Terdapat banyak perbedaan
antara pembelajaran SQ3R dengan pembelajaran lain. Jika dibandingkan dengan
pembelajaran konvensial, perbedaannya adalah dengan pembelajaran konvensial
digunakan metode ceramah dalam memberikan materi terhadap siswa sedangkan
pembelajaran SQ3R dengan membaca materi dan menyimpulkannya. Selain itu, proses
pembelajaran lebih banyak melibatkan guru sebagai objek maupun subjek tapi
dalam SQ3R siswa dapat belajar sendiri baik dengan keterlibatan guru maupun
tidak. D. Karakteristik SQ3R Untuk menggunakan metode ini, sebelum membaca kita
melakukan survei terhadap bacaan atau buku untuk memperoleh gambaran umum dari
suatu bacaan dengan cara melihat bagian permulaan dan akhir. Misalnya, pada
saat akan membaca buku, kita menyurvei terlebih dahulu judul buku, nama
pengarang, nama penerbit, tahun terbit, daftar isi, kata pengantar, rangkuman,
dan daftar pustaka. Setelah menyurvei buku, kita merumuskan beberapa pertanyaan
untuk diri sendiri tentang bacaan tersebut yang diharapkan jawabannya ada dalam
buku itu. Hal itu akan membantu dan menuntun kita memahami bacaan. Dengan bekal
rumusan pertanyaan-pertanyaan tadi, barulah kita membaca. Pertanyaan itu
merupakan penentuan yang dapat membantu pembaca menemukan informasi yang
diinginkannya dengan cepat. Untuk mengetahui penguasaan terhadap bacaan,
setelah membaca, kita lakukan kegiatan menceritakan/mengutarakan kembali dengan
kata-kata sendiri. Untuk membantu daya ingat, kita membuat catatan-catatan
kecil. Kegiatan membaca dengan
Kelebihan dan kekurangan SQ3R
1. Kelebihan SQ3R
Kelebihan
menggunakan metode SQ3R membantu mengingat lebih lama karena dengan teknik ini dapat
mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada
intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat atau tersurat dalam suatu
buku atau teks. Selain itu, menurut Kurniasari kelebihan SQ3R adalah sebagai
berikut:
1. Mempunyai
langkah-langkah yang jelas sehingga memudahkan siswa memahami materi
2. Dengan
SQ3R siswa menjadi pembaca aktif dan terarah langsung pada intisari dan
kandungan-kandungan pokok yang tersurat dalam teks
3. Siswa
lebih berkonsentrasi dalam membaca teks atau materi pelajaran, karena siswa
harus mengetahui konsep-konsep pokok dengan memberi tanda pada konsep penting
4. Siswa
dapat memahami materi pelajaran dengan lebih baik, karena konsep yang
dipelajari telah diberi tanda untuk meningkatkan daya ingat.
5. Siswa
dapat mengingat materi pelajaran lebih lama dan efektif, karena siswa berperan
aktif dalam proses pembelajaran
2. Kekurangan metode SQ3R
Kekurangan
metode SQ3R adalah: untuk
menempuh kelima prosedur di atas pada awalnya mungkin akan dirasakan
berbelit-belit. Kegiatan ini akan banyak menyita banyak waktu, selain itu siswa
belum dapat membaca dengan baik sehingga mudah merasa bosan jika terlalu lama
melakukan kegiatan membaca, akibatnya hasil belajar menjadi kurang optimal.
Selain itu pembelajaran SQ3R memerlukan waktu yang lama dan konsentrasi yang
tinggi.
Kesimpulan
SQ3R adalah suatu metode membaca
untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukungnya serta membantu mengingat agar
lebih tahan lama melalui lima langkah kegiatan, yaitu survei, question, read,
recite, dan review.
Teknik SQ3R dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami
apa yang dibaca terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang
tersirat dan yang tersurat dalam suatu buku atau teks
Dengan teknik pembelajaran SQ3R siswa dapat belajar sendiri
baik dengan keterlibatan guru maupun tidak. d) Metode SQ3R merupakan teknik
yang terdiri dari lima langkah yaitu: Survey, Question, Read, Recite dan
Review.
Pembelajaran SQ3R dapat membantu mengingat lebih lama akan
tetapi akan sulit dilaksanakan karena membutuhkan banyak waktu.
sumber gambar : economist-suweca.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar