oke

Rabu, 17 Desember 2014

Metode membaca SQ3R

   A.    Pengertian metode membaca SQ3R
Metode membaca SQ3R adalah sebuah metode yang dikembangkan oleh Prof. Franis P.Robinson ia adalah seorang guru besar psikologi dari Ohio State Unifersity sejak tahun 1941. Pendapat tokoh mengenai metode SQ3R salah satunya pendapat Nurhadi (1989) memberi istilah syrtabaku (survey,Tanya,baca,katakan, ulang). Dengan metode SQ3R pembaca mula lebih cepat untuk bisa membaca dengan baik, karena metode ini merupakan metode yang sangat baik untuk membaca intensif dan rasional. Metode ini lebih tepat di gunakan untuk kegunaan studi. Karena metode ini khusus dirancang menurut jenjang yang memungkinkan siswa untuk belajar. Sistematis dan efisien. Karena pada dasarnya seorang pembaca lanjut terkadang merasa kesulitan dalam belajar membaca karena beberapa hal antara lain:
1.      Belum tau metode yang tepat untuk membaca, sehingga kebanyakan menggunakan cara yang belum tepat untuk membaca.
2.       Kurangnya peminatan untuk
khusus belajar membaca dan sebagian berfikir bahwa membaca akan otomatis bisa karena adanya sekolah.
3.      Belum adanya pemahaman tentang hal yang dibacanya sehingga membaca hanya sebatas melafadzkan saja tetapi belum bisa untuk memahami.
Metode ini di berikan dimaksudkan untuk menemukan ide pokok dan detail yang penting yang mendukung ide pokok serta mengingatnya lebih lama. Dalam menemukan ide-ide penting itu kita perlu menguasai pedoman kecil yang disajikan oleh pengarang serta memperhatikan hal-hal penting lain dari tulisan seperti grafik, table,diagram,dan alat bantu lainya.
Dengan metode SQ3R diharapkan pembaca tidak mengalami kesulitan dalam membaca karena metode ini tidak hanya membaca isinya saja tetapi di mulai daari pengamatan terlebih dahulu sehingga pembaca akan lebih mengetahui apa yang akan dibacanya.
Metode SQ3R adalah
1.      Survey (S) atau dalam arti meninjau.
2.      Question (Q) atau dalam arti bertanya.
3.      Read (R1) atau dalam arti membaca
4.      Recite (R2) atau dalam arti menuturkan.
5.      Review (R3) atau dalam arti mengulang.
Berikut penjelasan tentang lima tahap metode SQ3R
1.      Survey (meninjau)
Survey atau meninjau adalah teknik mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap. Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerluan wakti 5-10 menit. Aspek yang di tinjau bisa berupa judul, hal ini diharapkan bisa membantu untuk memfokuskan pada topik bab.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam meninjau yaitu Baca pendahuluan bisa memberikan oreontasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab, selain itu baca kepala judul/subbab mmemberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran, perhatikan grafik, diagram adanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks. Perhatikan alat bantu baca termasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.
Bagian-bagian itu dibaca dengan cepat untuk mengetahui gambaran umum isi buku/bagian buku secara menyeluruh dan bersifat umum atau (skimming).dan demikian dalam waktu yang relative singkat pembaca akan segera mengetahui apakah buku ini cocok dengan tujuanya, apakah buku ini buku tersebut berisi informasi dan diperlukan atau tidak.
      Tujuan survey adalah:
1.      Mempercepat menangkap arti
2.      Mendapatkan abstrak
3.      Mengetahui ide-ide penting
4.      Melihat susunan(organisasi) bahan bacaan
5.      Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan
6.      Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.
2.      Question ( Bertanya)
Question Langkah kedua adalah menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jelas, singkat, dan revelan dengan bagian-bagian teks yang telah ditandai pada langkah pertama. Jumlah pertanyaan bergantung pada panjang-pendeknya teks, dan kemampuan dalam memahami teks yang sedang dipelajari. Jika teks yang sedang dipelajari berisi hal-hal yang sebelumnya sudah diketahui, mungkin hanya perlu membuat beberapa pertanyaan. Sebaliknya, apabila latar belakang pengetahuan tidak berhubungan dengan isi teks, maka perlu menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya.
Sebagai contoh tulislah pertanyaan-pertanyaan setelah membaca subbab tersebut setelah itu tulis pada satu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalnya kita membaca buku tentang “Belajar SMA” dan kepala judulnya adalah “ Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler disekolahmu”. Pertanyaan yang dapa kita buat adalah ” mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstra kurikuler?” dan “ bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam dalam kegiatan ekstra kurikuler tersebut?”
3.      Read (membaca)
Read Langkah ketiga adalah membaca secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun. Dalam hal ini, membaca secara aktif juga berarti membaca yang difokuskan pada paragraf-paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang diperkirakan relevan dengan pertanyaan yang telah disusun pada langkah kedua
Dengan membaca kita mulai mengisi informasi kedalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah subbab lain sebelum kita menyelesaikan. Pada saat membaca, kita mulai membaca kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada question. .
4.      Recite (menuturkan)
 Recite Langkah keempat adalah menyebutkan atau menceritakan kembali jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun. Sedapat mungkin diupayakan tanpa membuka catatan jawaban sebagaimana telah dituliskan dalam langkah ketiga. Jika sebuah pertanyaan tidak terjawab, diusahakan tetap terus melanjutkan untuk menjawab pertanyaan berikutnya. Demikian seterusnya, hingga seluruh pertanyaan, termasuk yang belum terjawab, dapat diselesaikan dengan baik.
Deengan melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan subbab.
 Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.
5.      Review ( mengulang)
Pada langkah terakhir dilakukan peninjauan ulang atas seluruh pertanyaan dan jawaban sehingga diperoleh sebuah kesimpulan yang singkat, tetapi dapat menggambarkan seluruh jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan.
Review membantu kita untuk menyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bab pada bahan tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara review yang terbukti efektif adalah dengan cara menjelaskan kepada orang lain.
  Meski terkesan sangat mekanistik, tetapi membaca dengan menggunakan SQ3R ini dianggap lebih memuaskan, karena dengan teknik ini dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan tersurat dalam suatu buku atau teks Selain itu, langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik ini tampaknya sudah menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi yang dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang seseorang. B. Hakikat Pembelajaran SQ3R Dengan teknik SQ3R dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan yang tersurat dalam suatu buku atau teks. Selain itu langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik ini tampaknya sudah menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi yang dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang seseorang. C. Perbedaan SQ3R dengan Pembelajaran Lain Terdapat banyak perbedaan antara pembelajaran SQ3R dengan pembelajaran lain. Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensial, perbedaannya adalah dengan pembelajaran konvensial digunakan metode ceramah dalam memberikan materi terhadap siswa sedangkan pembelajaran SQ3R dengan membaca materi dan menyimpulkannya. Selain itu, proses pembelajaran lebih banyak melibatkan guru sebagai objek maupun subjek tapi dalam SQ3R siswa dapat belajar sendiri baik dengan keterlibatan guru maupun tidak. D. Karakteristik SQ3R Untuk menggunakan metode ini, sebelum membaca kita melakukan survei terhadap bacaan atau buku untuk memperoleh gambaran umum dari suatu bacaan dengan cara melihat bagian permulaan dan akhir. Misalnya, pada saat akan membaca buku, kita menyurvei terlebih dahulu judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, daftar isi, kata pengantar, rangkuman, dan daftar pustaka. Setelah menyurvei buku, kita merumuskan beberapa pertanyaan untuk diri sendiri tentang bacaan tersebut yang diharapkan jawabannya ada dalam buku itu. Hal itu akan membantu dan menuntun kita memahami bacaan. Dengan bekal rumusan pertanyaan-pertanyaan tadi, barulah kita membaca. Pertanyaan itu merupakan penentuan yang dapat membantu pembaca menemukan informasi yang diinginkannya dengan cepat. Untuk mengetahui penguasaan terhadap bacaan, setelah membaca, kita lakukan kegiatan menceritakan/mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri. Untuk membantu daya ingat, kita membuat catatan-catatan kecil. Kegiatan membaca dengan
Kelebihan dan kekurangan SQ3R
1.      Kelebihan SQ3R
Kelebihan menggunakan metode SQ3R membantu mengingat lebih lama karena dengan teknik ini dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat atau tersurat dalam suatu buku atau teks. Selain itu, menurut Kurniasari kelebihan SQ3R adalah sebagai berikut:
1.      Mempunyai langkah-langkah yang jelas sehingga memudahkan siswa memahami materi
2.      Dengan SQ3R siswa menjadi pembaca aktif dan terarah langsung pada intisari dan kandungan-kandungan pokok yang tersurat dalam teks  
3.      Siswa lebih berkonsentrasi dalam membaca teks atau materi pelajaran, karena siswa harus mengetahui konsep-konsep pokok dengan memberi tanda pada konsep penting
4.      Siswa dapat memahami materi pelajaran dengan lebih baik, karena konsep yang dipelajari telah diberi tanda untuk meningkatkan daya ingat.
5.      Siswa dapat mengingat materi pelajaran lebih lama dan efektif, karena siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran

2.      Kekurangan metode SQ3R
Kekurangan metode SQ3R adalah: untuk menempuh kelima prosedur di atas pada awalnya mungkin akan dirasakan berbelit-belit. Kegiatan ini akan banyak menyita banyak waktu, selain itu siswa belum dapat membaca dengan baik sehingga mudah merasa bosan jika terlalu lama melakukan kegiatan membaca, akibatnya hasil belajar menjadi kurang optimal. Selain itu pembelajaran SQ3R memerlukan waktu yang lama dan konsentrasi yang tinggi.
Kesimpulan
            SQ3R adalah suatu metode membaca untuk menemukan ide-ide pokok dan pendukungnya serta membantu mengingat agar lebih tahan lama melalui lima langkah kegiatan, yaitu survei, question, read, recite, dan review.
Teknik SQ3R dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibaca terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan yang tersurat dalam suatu buku atau teks
Dengan teknik pembelajaran SQ3R siswa dapat belajar sendiri baik dengan keterlibatan guru maupun tidak. d) Metode SQ3R merupakan teknik yang terdiri dari lima langkah yaitu: Survey, Question, Read, Recite dan Review.
Pembelajaran SQ3R dapat membantu mengingat lebih lama akan tetapi akan sulit dilaksanakan karena membutuhkan banyak waktu.

 sumber gambar : economist-suweca.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar