oke

Kamis, 18 Desember 2014

curahan hati membakar semangat

BISMILLAHIRROHMANNIRROKHIM....
Assalamu’alaikum WR. Wb....
Tiada kekayaan yang lebih utama dari pada akal..
Tiada harta warisan yang lebih berharga dari pada ilmu dan pendidikan...
Tiada senjata yang paling kuat melankan kesabaran ...
Allah SWT ...RABBI semesta alam yang telah memberikan kenikmatan,hidayah,karunia,kekuatan dan inayahNYA kepada hamba- hambaNya...
Namun,,,tak sedikit dari mereka yang mensyukuri dan terdiam sejenak untuk memikirkan kekuasaanNya...
Rabbi...

MANUSIA....
Terkadang berkata dan berjanji merupakan suatu ungkapan yang sangat mudahuntuk dilakukan,,,
Yakin,bisa, kuat, ikhlas, sabar,tawadhu’,istiqomah dsb..itulah kata yang sering keluar dri mulut,sering terdengar oleh telinga,,sering tercetak dalam media dan bahkan sering muncul ketika seseorang terlanda suatu uji coba...
Aku memahamimu,,aku mengerti kamu,aku menerima kekurang dan kelebihanmu,,AKU MENCINTAIMU,Aku menyayangimu,aku pengen hidup denganmu,aku selalu ada disampingmu,,aku selalu merindukanmu,aku selalu ingat kamu,aku selalu menjagamu,aku selalu membantumu, aku selalu mendukungmu,,,bahkan aku selalu tahu apa yang kau inginkan,dan aku tahu apa yang ada dihati dan pikiranmu,,,,,cie,,,,,sok amat kayak  MA’RIFAT Aja....padahal, MAK KLEbAT dan MAK LEWAT aja heheheheh....BUKAN MA’RIFAT...
 Namun,,,itu semua tiada artinya kalau hanya ucapan semata...janji dan kata tak berarti apa’’ jika kita tak mampu menepatinya dan menunjukkannya,,,dari pada hanya brtjanji dan berkata lebih baik tunjukkan tindakan yang nyata...
Berhentilah menyalahkan masa lalu,,berusahalah memahami dan mengertinya,,bahwa ia telah jadikanmu pribadi yang lebih kuat.....dan jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan...
Tapi..terkadang ketika kita ditimpa suatu ujian,,masih sering mengatakan  tapi,,,kalau gitu,,,berartiiii...eh merujuknya pasti ke hal yang negatif..maklumlah kita hanya manusia biasa yang tak langsung bijak menghadapi suatu masalah yang melanda kita,,, kita butuh proses ....
Halah....larut dalam kesedihan sama aja,,menyodorkan dalam kehancurann..siapa yang rugi hayo?
Eh,,tapi jadi orang itu jangan munafik lho,,sering munafik nanti jadi kebiasaan munafik,,,,wong hati orang siapa tahu to ?
Tapi ....kita ini hidup kan ada yang ngatur,,jadi tanggohno sekabehe marang Gusti Allah...
Aku terdiam bukan berarti ku tak mampu berkata atau tak punya kata,...
Diam adalah cara ku untuk meredam segala amarahku,,,,
Meski kau seperti itu,tak ada sedikitpun rasa benci dan dendam padamu...namun,,ku manusia biasa yang tak mudah bijak dalam mnyikapinnya,,
Jika dikta jujur,,sempat terlontar kekecewaan dan keburuksangkaan terhadapmu,,,namun semua telah kuserahkan padaNya,....bahwa DIA lebih tau mana yang terbaik untuk hambaNya.....aku termenumg sejenak jika ku hanya memerangi perasaan ini dengan kebingugan dan kegelisahan semata hanya akan hancur tertepa luka,,,serahkan semuanya padaNya...bahwa Allah itu mengujiku seperti ini akan jadikan suatu pelajaran dan kesabaran dalam setiap langkah hidupku..dan ketahuilah nak,,,bahwa yang di uji Allah seperrti ini itu tidak hanya aku sendiri banyak yang lain juga seperti ini,,,namun tinggal bagaimana kita dalam menyikaaaaaaaapinya....
Jangan pernah menyalahkan orang yang pernah ada dalam setiap episode kehidupanmu cie,,,,tetapi koreksilah pada dirimu sendiri,,bahwa segala sesuatu itu tak hanya berasal dari luar,,namun terkadang dari dallam diri kita sendiri,,itu lah lmahnya diri ini yang terkdng lpa dengan klmhan dri
Kumalai dengan lembaran baru....
Kukoreksi kelemahan diri.....
Kuperbaiki kepribadiaan ini..
            Ketika mereka mengatakan apa saja tentang dirimu dan seluruh kekuranganmu....jangan pernah kau merasa lemah akan hinaan dan cacian manusia, tapi merasa dan sadarlah apakah kelmhan ini benar’’ada dan mmbuat yang lain tak nyaman dengan semua,,, berusahalah unruk memperbaiki dan menyadddari,,,bukan malah merendah diri,,semakin dalam kerendahan dan kelemahan,,,bahwa SEMUA sudah ALLAH skenariokan .....apapun yang ada syukuri...kita memnag tak menginginkan sebuah masalah,,tapi Allah punya skenario lain yang akan lebih indah n nikmat pada waktunya,
Bahwa manusia yang kuat bukanlah mereka yang pandai bergulat,,namun,,mereka yang pandai dan kuat mengekang amarah ketika marah,,,jangalah merasa lemah dan sebaliknya,,karena dengan merasnya lemah engkau akan diinjak’’,sebaliknya jka engkau mengeras pasti akan terbanting oleh yang lain,,jadi merasalah biasa...biasa bahwa Allah yang Maha Kuasa telah mengaturNYa...
            Ketika berbicara tentang keindahan itu,,apakah segalanya akan selalu nampak indah dipelupuk kasat mata ini,,apa kah mata hati tak mampu untuk menilai keindahan itu,,,
Ketika berbicara suatu kenyaringan lirik suara,,,apakah selalu terdengan nyaring oleh telinga,,,apakah telinga hati tak mapu untuk mendengarnya...
Ketika berbicara tentang kelezatan suatu perkara,,apakah hanya mulut yang bisa meraskan kenikmatab sekejap,,apakh mulut nurani tak mampu untuk merasa kenikmatan utu...
Ketika berbicara suatu sentuhan,,,apakah hanya tangan yang mampu memberikan sentuhan .........................


,