Assalamu’alaikum WR. Wb....
Tiada kekayaan yang lebih utama dari pada akal..
Tiada harta warisan yang lebih berharga dari pada ilmu dan
pendidikan...
Tiada senjata yang paling kuat melankan kesabaran ...
Allah SWT ...RABBI semesta alam yang telah memberikan
kenikmatan,hidayah,karunia,kekuatan dan inayahNYA kepada hamba- hambaNya...
Namun,,,tak sedikit dari mereka yang mensyukuri dan terdiam sejenak
untuk memikirkan kekuasaanNya...
Rabbi...
MANUSIA....
Terkadang berkata dan berjanji merupakan suatu ungkapan yang sangat
mudahuntuk dilakukan,,,
Yakin,bisa, kuat, ikhlas, sabar,tawadhu’,istiqomah dsb..itulah kata
yang sering keluar dri mulut,sering terdengar oleh telinga,,sering tercetak
dalam media dan bahkan sering muncul ketika seseorang terlanda suatu uji coba...
Aku memahamimu,,aku mengerti kamu,aku menerima kekurang dan kelebihanmu,,AKU
MENCINTAIMU,Aku menyayangimu,aku pengen hidup denganmu,aku selalu ada
disampingmu,,aku selalu merindukanmu,aku selalu ingat kamu,aku selalu
menjagamu,aku selalu membantumu, aku selalu mendukungmu,,,bahkan aku selalu
tahu apa yang kau inginkan,dan aku tahu apa yang ada dihati dan
pikiranmu,,,,,cie,,,,,sok amat kayak MA’RIFAT Aja....padahal, MAK KLEbAT dan MAK
LEWAT aja heheheheh....BUKAN MA’RIFAT...
Namun,,,itu semua tiada
artinya kalau hanya ucapan semata...janji dan kata tak berarti apa’’ jika kita
tak mampu menepatinya dan menunjukkannya,,,dari pada hanya brtjanji dan berkata
lebih baik tunjukkan tindakan yang nyata...
Berhentilah menyalahkan masa lalu,,berusahalah memahami dan
mengertinya,,bahwa ia telah jadikanmu pribadi yang lebih kuat.....dan jangan
berhenti berupaya ketika menemui kegagalan...
Tapi..terkadang ketika kita ditimpa suatu ujian,,masih sering
mengatakan tapi,,,kalau
gitu,,,berartiiii...eh merujuknya pasti ke hal yang negatif..maklumlah kita
hanya manusia biasa yang tak langsung bijak menghadapi suatu masalah yang
melanda kita,,, kita butuh proses ....
Halah....larut dalam kesedihan sama aja,,menyodorkan dalam
kehancurann..siapa yang rugi hayo?
Eh,,tapi jadi orang itu jangan munafik lho,,sering munafik nanti
jadi kebiasaan munafik,,,,wong hati orang siapa tahu to ?
Tapi ....kita ini hidup kan ada yang ngatur,,jadi tanggohno
sekabehe marang Gusti Allah...
Aku terdiam bukan berarti ku tak mampu berkata atau tak punya
kata,...
Diam adalah cara ku untuk meredam segala amarahku,,,,
Meski kau seperti itu,tak ada sedikitpun rasa benci dan dendam
padamu...namun,,ku manusia biasa yang tak mudah bijak dalam mnyikapinnya,,
Jika dikta jujur,,sempat terlontar kekecewaan dan keburuksangkaan
terhadapmu,,,namun semua telah kuserahkan padaNya,....bahwa DIA lebih tau mana
yang terbaik untuk hambaNya.....aku termenumg sejenak jika ku hanya memerangi
perasaan ini dengan kebingugan dan kegelisahan semata hanya akan hancur tertepa
luka,,,serahkan semuanya padaNya...bahwa Allah itu mengujiku seperti ini akan
jadikan suatu pelajaran dan kesabaran dalam setiap langkah hidupku..dan
ketahuilah nak,,,bahwa yang di uji Allah seperrti ini itu tidak hanya aku
sendiri banyak yang lain juga seperti ini,,,namun tinggal bagaimana kita dalam
menyikaaaaaaaapinya....
Jangan pernah menyalahkan orang yang pernah ada dalam setiap
episode kehidupanmu cie,,,,tetapi koreksilah pada dirimu sendiri,,bahwa segala
sesuatu itu tak hanya berasal dari luar,,namun terkadang dari dallam diri kita
sendiri,,itu lah lmahnya diri ini yang terkdng lpa dengan klmhan dri
Kumalai dengan lembaran baru....
Kukoreksi kelemahan diri.....
Kuperbaiki kepribadiaan ini..
Ketika mereka
mengatakan apa saja tentang dirimu dan seluruh kekuranganmu....jangan pernah
kau merasa lemah akan hinaan dan cacian manusia, tapi merasa dan sadarlah
apakah kelmhan ini benar’’ada dan mmbuat yang lain tak nyaman dengan semua,,,
berusahalah unruk memperbaiki dan menyadddari,,,bukan malah merendah
diri,,semakin dalam kerendahan dan kelemahan,,,bahwa SEMUA sudah ALLAH
skenariokan .....apapun yang ada syukuri...kita memnag tak menginginkan sebuah
masalah,,tapi Allah punya skenario lain yang akan lebih indah n nikmat pada
waktunya,
Bahwa manusia yang kuat bukanlah mereka yang pandai
bergulat,,namun,,mereka yang pandai dan kuat mengekang amarah ketika
marah,,,jangalah merasa lemah dan sebaliknya,,karena dengan merasnya lemah
engkau akan diinjak’’,sebaliknya jka engkau mengeras pasti akan terbanting oleh
yang lain,,jadi merasalah biasa...biasa bahwa Allah yang Maha Kuasa telah
mengaturNYa...
Ketika berbicara
tentang keindahan itu,,apakah segalanya akan selalu nampak indah dipelupuk
kasat mata ini,,apa kah mata hati tak mampu untuk menilai keindahan itu,,,
Ketika berbicara suatu kenyaringan lirik suara,,,apakah selalu
terdengan nyaring oleh telinga,,,apakah telinga hati tak mapu untuk
mendengarnya...
Ketika berbicara tentang kelezatan suatu perkara,,apakah hanya
mulut yang bisa meraskan kenikmatab sekejap,,apakh mulut nurani tak mampu untuk
merasa kenikmatan utu...
Ketika berbicara suatu sentuhan,,,apakah hanya tangan yang mampu
memberikan sentuhan .........................
,
