oke

Kamis, 18 Desember 2014

curahan hati membakar semangat

BISMILLAHIRROHMANNIRROKHIM....
Assalamu’alaikum WR. Wb....
Tiada kekayaan yang lebih utama dari pada akal..
Tiada harta warisan yang lebih berharga dari pada ilmu dan pendidikan...
Tiada senjata yang paling kuat melankan kesabaran ...
Allah SWT ...RABBI semesta alam yang telah memberikan kenikmatan,hidayah,karunia,kekuatan dan inayahNYA kepada hamba- hambaNya...
Namun,,,tak sedikit dari mereka yang mensyukuri dan terdiam sejenak untuk memikirkan kekuasaanNya...
Rabbi...

MANUSIA....
Terkadang berkata dan berjanji merupakan suatu ungkapan yang sangat mudahuntuk dilakukan,,,
Yakin,bisa, kuat, ikhlas, sabar,tawadhu’,istiqomah dsb..itulah kata yang sering keluar dri mulut,sering terdengar oleh telinga,,sering tercetak dalam media dan bahkan sering muncul ketika seseorang terlanda suatu uji coba...
Aku memahamimu,,aku mengerti kamu,aku menerima kekurang dan kelebihanmu,,AKU MENCINTAIMU,Aku menyayangimu,aku pengen hidup denganmu,aku selalu ada disampingmu,,aku selalu merindukanmu,aku selalu ingat kamu,aku selalu menjagamu,aku selalu membantumu, aku selalu mendukungmu,,,bahkan aku selalu tahu apa yang kau inginkan,dan aku tahu apa yang ada dihati dan pikiranmu,,,,,cie,,,,,sok amat kayak  MA’RIFAT Aja....padahal, MAK KLEbAT dan MAK LEWAT aja heheheheh....BUKAN MA’RIFAT...
 Namun,,,itu semua tiada artinya kalau hanya ucapan semata...janji dan kata tak berarti apa’’ jika kita tak mampu menepatinya dan menunjukkannya,,,dari pada hanya brtjanji dan berkata lebih baik tunjukkan tindakan yang nyata...
Berhentilah menyalahkan masa lalu,,berusahalah memahami dan mengertinya,,bahwa ia telah jadikanmu pribadi yang lebih kuat.....dan jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan...
Tapi..terkadang ketika kita ditimpa suatu ujian,,masih sering mengatakan  tapi,,,kalau gitu,,,berartiiii...eh merujuknya pasti ke hal yang negatif..maklumlah kita hanya manusia biasa yang tak langsung bijak menghadapi suatu masalah yang melanda kita,,, kita butuh proses ....
Halah....larut dalam kesedihan sama aja,,menyodorkan dalam kehancurann..siapa yang rugi hayo?
Eh,,tapi jadi orang itu jangan munafik lho,,sering munafik nanti jadi kebiasaan munafik,,,,wong hati orang siapa tahu to ?
Tapi ....kita ini hidup kan ada yang ngatur,,jadi tanggohno sekabehe marang Gusti Allah...
Aku terdiam bukan berarti ku tak mampu berkata atau tak punya kata,...
Diam adalah cara ku untuk meredam segala amarahku,,,,
Meski kau seperti itu,tak ada sedikitpun rasa benci dan dendam padamu...namun,,ku manusia biasa yang tak mudah bijak dalam mnyikapinnya,,
Jika dikta jujur,,sempat terlontar kekecewaan dan keburuksangkaan terhadapmu,,,namun semua telah kuserahkan padaNya,....bahwa DIA lebih tau mana yang terbaik untuk hambaNya.....aku termenumg sejenak jika ku hanya memerangi perasaan ini dengan kebingugan dan kegelisahan semata hanya akan hancur tertepa luka,,,serahkan semuanya padaNya...bahwa Allah itu mengujiku seperti ini akan jadikan suatu pelajaran dan kesabaran dalam setiap langkah hidupku..dan ketahuilah nak,,,bahwa yang di uji Allah seperrti ini itu tidak hanya aku sendiri banyak yang lain juga seperti ini,,,namun tinggal bagaimana kita dalam menyikaaaaaaaapinya....
Jangan pernah menyalahkan orang yang pernah ada dalam setiap episode kehidupanmu cie,,,,tetapi koreksilah pada dirimu sendiri,,bahwa segala sesuatu itu tak hanya berasal dari luar,,namun terkadang dari dallam diri kita sendiri,,itu lah lmahnya diri ini yang terkdng lpa dengan klmhan dri
Kumalai dengan lembaran baru....
Kukoreksi kelemahan diri.....
Kuperbaiki kepribadiaan ini..
            Ketika mereka mengatakan apa saja tentang dirimu dan seluruh kekuranganmu....jangan pernah kau merasa lemah akan hinaan dan cacian manusia, tapi merasa dan sadarlah apakah kelmhan ini benar’’ada dan mmbuat yang lain tak nyaman dengan semua,,, berusahalah unruk memperbaiki dan menyadddari,,,bukan malah merendah diri,,semakin dalam kerendahan dan kelemahan,,,bahwa SEMUA sudah ALLAH skenariokan .....apapun yang ada syukuri...kita memnag tak menginginkan sebuah masalah,,tapi Allah punya skenario lain yang akan lebih indah n nikmat pada waktunya,
Bahwa manusia yang kuat bukanlah mereka yang pandai bergulat,,namun,,mereka yang pandai dan kuat mengekang amarah ketika marah,,,jangalah merasa lemah dan sebaliknya,,karena dengan merasnya lemah engkau akan diinjak’’,sebaliknya jka engkau mengeras pasti akan terbanting oleh yang lain,,jadi merasalah biasa...biasa bahwa Allah yang Maha Kuasa telah mengaturNYa...
            Ketika berbicara tentang keindahan itu,,apakah segalanya akan selalu nampak indah dipelupuk kasat mata ini,,apa kah mata hati tak mampu untuk menilai keindahan itu,,,
Ketika berbicara suatu kenyaringan lirik suara,,,apakah selalu terdengan nyaring oleh telinga,,,apakah telinga hati tak mapu untuk mendengarnya...
Ketika berbicara tentang kelezatan suatu perkara,,apakah hanya mulut yang bisa meraskan kenikmatab sekejap,,apakh mulut nurani tak mampu untuk merasa kenikmatan utu...
Ketika berbicara suatu sentuhan,,,apakah hanya tangan yang mampu memberikan sentuhan .........................


,

Rabu, 17 Desember 2014

Metode membaca SQ3R

   A.    Pengertian metode membaca SQ3R
Metode membaca SQ3R adalah sebuah metode yang dikembangkan oleh Prof. Franis P.Robinson ia adalah seorang guru besar psikologi dari Ohio State Unifersity sejak tahun 1941. Pendapat tokoh mengenai metode SQ3R salah satunya pendapat Nurhadi (1989) memberi istilah syrtabaku (survey,Tanya,baca,katakan, ulang). Dengan metode SQ3R pembaca mula lebih cepat untuk bisa membaca dengan baik, karena metode ini merupakan metode yang sangat baik untuk membaca intensif dan rasional. Metode ini lebih tepat di gunakan untuk kegunaan studi. Karena metode ini khusus dirancang menurut jenjang yang memungkinkan siswa untuk belajar. Sistematis dan efisien. Karena pada dasarnya seorang pembaca lanjut terkadang merasa kesulitan dalam belajar membaca karena beberapa hal antara lain:
1.      Belum tau metode yang tepat untuk membaca, sehingga kebanyakan menggunakan cara yang belum tepat untuk membaca.
2.       Kurangnya peminatan untuk

Kamis, 11 Desember 2014

Shalat Berjamaah


Shalat berjamaah merupakan syi'ar islam yang sangat agung, menyerupai shafnya malaikat ketika mereka beribadah, dan ibarat pasukan dalam suatu peperangan, ia merupakan sebab jerjalinnya saling mencintai sesama muslim, saling mengenal, saling mengasihi, saling menyayangi, menampakkan kekuatan, dan kesatuan. Allah menysyari'atkan bagi umat islam berkumpul pada waktuwaktu tertentu, di antaranya ada yang setiap satu hari satu malam seperti shalat lima waktu, ada yang satu kali dalam seminggu, seperti shalat jum'at, ada yang satu tahun dua kali di setiap Negara seperti dua hari raya, dan ada yang satu kali dalam setahun bagi islam keseluruha seperti wukuf di arafah, ada pula yang dilakukan pada kondisi tertentu seperti shalat istisqa' dan shalat khusuf. Shalat berjamaah wajib atas setiap muslim yang mukallaf, laki-laki yang mampu, untuk shalat lima waktu, baik dalam perjalanan maupun mukim, dalam keadaan aman, maupun takut.

B.Manfaat dan Hikmah  shalat berjamaah
Banyak umat Islam yang menganggap remeh urusan shalat berjamaah. Kenyataan ini dapat kita lihat di sekitar kita. Masih bagus mau shalat, pikir kebanyakan orang, sehingga tidak berjamaah pun dianggap sudah menjadi muslim yang baik, layak mendapat surga dan ridha Allah. Padahal, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dalam shahihain, sampai pernah hendak membakar rumah para sahabat yang enggan berjamaah. Kisah ini seharusnya dapat membuka mata kita betapa pentingnya berjamaah dalam melaksanakan rukun Islam kedua ini.
Jika mengamati hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat berjamaah, barangkali kita dapat menyimpulkan sendiri bahwa hukum shalat berjamaah “nyaris” wajib. Bagaimana tidak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan bahwa hanya ada tiga hal yang dapat menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan shalat berjamaah; hujan deras, sakit, dan ketiduran. Di luar itu, beliau akan sangat murka melihat umat Islam menyepelekan shalat berjamaah.
Perhatian besar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini cukup beralasan. Karena di dalam shalat berjamaah terdapat banyak hikmah dan manfaat bagi umat Islam, baik untuk maslahat dien, dunia, dan akhirat mereka. Berikut ini beberapa hikmah dan manfaat yang bisa diunduh umat Islam dari shalat berjamaah.
1.  Allah telah mensyariatkan pertemuan bagi umat ini pada waktu-waktu tertentu. Ada yang dilaksanakan secara berulang kali dalam sehari semalam, yaitu shalat lima waktu dengan berjamaah di masjid. Ada juga pertemuan yang dilaksanakan sekali dalam sepekan, yaitu shalat Jum'at. Ada juga yang dilangsungkan setelah pelaksanaan ibadah yang agung, dan terulang dua kali setiap tahunnya. Yaitu Iedul Fitri sesudah pelaksanaan ibadah puasa Ramadlan dan Iedul Adha sesudah pelaksanaan ibadah Haji. Dan ada juga yang dilaksakan setahun sekali yang dihadiri umat Islam dari seluruh penjuru negeri, yaitu wukuf  di Arafah. Semua ini untuk menjalin hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama umat Islam, juga dalam rangka membersihkan hati sekaligus dakwah ke jalan Allah, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.
2.  Sebagai bentuk ibadah kepada Allah melalui pertemuan ini dalam rangka memperoleh pahala dari-Nya dan takut akan adzab-Nya.
3.  Menanamkan rasa saling mencintai. Melalui pelaksanaan shalat berjamaah, akan saling mengetahui keadaan sesamanya. Jika ada yang sakit dijenguk, ada yang meninggal di antarkan jenazahnya, dan jika ada yang kesusahan cepat dibantu. Karena seringnya bertemu, maka akan tumbuh dalam diri umat Islam rasa cinta dan kasih sayang.
4.  Ta'aruf (saling mengenal). Jika orang-orang mengerjakan shalat secara berjamaah akan terwujud ta'aruf. Darinya akan diketahui beberapa kerabat sehingga akan tersambung kembali tali silaturahim yang hampr putus dan terkuatkan kembali yang sebelumnya telah renggang. Dari situ juga akan diketahui orang musafir dan ibnu sabil sehingga orang lain akan bisa memberikan haknya.
5.  Memperlihatkan salah satu syi'ar Islam terbesar. Jika seluruh umat Islam shalat di rumah mereka masing-masing, maka tidak mungkin diketahui adanya ibadah shalat di sana.
6.  Memperlihatkan kemuliaan kaum muslimin. Yaitu jika mereka masuk ke masjid-masjid dan keluar secara bersamaan, maka orang kafir dan munafik akan menjadi ciut nyalinya.
7.  Memberi tahu orang yang bodoh terhadap syariat agamanya. Melalui shalat berjamaah, seorang muslim akan mengetahui beberapa persoalan dan hukum shalat yang sebelumnya tidak diketahuinya. Dia bisa mendengarkan bacaan yang bisa dia petik manfaat sekaligus dijadikan pelajaran. Dia juga bisa mendengarkan beberapa bacaan dzikir shalat sehinga lebih mudah menghafalnya. Dari sini, orang yang belum mengetahui tentang syariat shalat, khususnya, bisa mengetahuinya.
8.  Memberikan motifasi bagi orang yang belum bisa rutin menjalankan shalat berjamaah, sekaligus mengarahkan dan membimbingnya seraya saling mengingatkan untuk membela kebenaran dan senantiasa bersabar dalam menjalankannya.
9.  Membiasakan umat Islam untuk senantiasa bersatu dan tidak berpecah belah. Dalam berjamaah terdapat kekuasaan kecil, karena terdapat imam yang diikuti dan ditaati secara tepat. Hal ini akan membentuk pandangan berIslam secara benar dan tepat tentang pentingnya kepemimpinan (imamah atau khilafah) dalam Islam.
10.  Membiasakan seseorang untuk bisa menahan diri dari menuruti kemauan egonya. Ketika dia mengikuti imam secara tepat, tidak bertakbir sebelum imam bertakbir, tidak mendahului gerakan imam dan tidak pula terlambat jauh darinya serta tidak melakukan gerakan bebarengan dengannya, maka dia akan terbiasa mengendalikan dirinya.
11.  Membangkitkan perasaan orang muslim dalam barisan jihad, sebagaimana yang Allah firmankan,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash Shaff: 4)
Orang yang mengerjakan shalat lima waktu dengan berjamaah dan membiasakan untuk berbaris rapi, lurus dan rapat, akan menumbuhkan dalam dirinya kesetiaan terhadap komandan dalam barisan jihad sehingga dia tidak mendahului dan tidak menunda perintah-peritnahnya.
12. Menumbuhkan perasaan sama dan sederajat dan menghilang status sosial yang terkadang menjadi sekat pembatas di antara mereka. Di sana, tidak ada pengistimewaan tempat bagi orang kaya, pemimpin, dan penguasa. Orang yang miskin bisa berdampingan dengan yang kaya, rakyat jelata bisa berbaur dengan penguasa, dan orang kecil bisa duduk berdampingan dengan orang besar. Karena itulah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menyamakan shaff (barisan) shalat. Beliau bersabda, "janganlah kalian berselisih yang akan menyebabkan perselisihan hati-hati kalian." (HR. Muslim)
13. Dapat terlihat orang fakir miskin yang serba kekurangan, orang sakit, dan orang-orang yang suka meremehkan shalat. Jika terlihat orang memakai pakaian lusuh dan tampak tanda kelaparan dan kesusahan, maka jamaah yang lain akan mengasihi dan membantunya. Jika ada yang tidak terlihat di masjid, akan segera diketahui keadaannya, apakah sakit atau meremehkan kewajiban shalat berjamaah. Orang yang sakit akan dijenguk dan diringankan rasa sakit dan kesusahannya, sedangkan orang yang meremehkan shalat akan cepat mendapat nasihat sehingga akan tercipta suasana saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
14. Akan menggugah keinginan untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para shabatnya. Melalui shalat berjamaah, umat Islam bisa membayangkan apa yang pernah dijalani oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama para shabatnya. Sang imam seolah menempati tempat Rasulullah yang para jamaah seolah menempati posisi sahabat.
15. Berjamaah menjadi sarana turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
16. Akan menumbuhkan semangat dalam diri seseorang untuk meningkatkan amal shalihnya dikarenakan ia melihat semangat ibadah dan amal shalih saudaranya yang hadir berjamaah bersamanya.
17. Akan mendapatkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda, sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "shalat berjamaah itu lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian." (HR. Muslim)
18. Menjadi sarana untuk berdakwah, baik dengan lisan maupun perbuatan. Berkumpulnya kaum muslimin pada waktu-waktu tertentu akan mendidik mereka untuk senantiasa mengatur dan menjaga waktu.
sumber gambar: bamah.net

Selasa, 09 Desember 2014

Deritanya sang ibu, apakah kita masih tidak berbakti kepadanya?


                Para ibu adalah perempuan yang dilengkapi Allah Sang pencipta dengan organ-organ tubuh yang sangat menakjubkan untuk mengemban tugas sebagai ibu. Alloh memberikan karunia berupa rahim kepada Ibu yang didalamnya terdapat dua buah indung telur yang mengandung lebih dari 250.000 sel telur yang belum matang. Setiap sel yang besarnya hanya setengah partikel garam tersebut akan matang setiap bulan tetapi dengan usia yang sangat pendek. jika sel telur tersebut dibuahi oleh sel sperma, dia akan menjadi janin, tetapi jika tidak dibuahi, sel telur tersebut akan luruh menjadi darah HAID, keluarnya haid tersebut menandakan bahwa perempuan itu menjadi dewasa dengan beban hukum yang melekat kepadanya.
            Sebelum menjadi Ibu, para perempuan harus melalui frase pernikahan terlebih dahulu sehingga menjadi Istri yang harus melayani sang suami, patuh terhadap suami, sa’at pertama melayani sang suami dia harus kembali berdarah setelah terjadi luka robekan pada selaput daranya, jika Allah menghendaki pada sa’at melayani sang suami tersebut, akan terjadi proses pembuahan yang akan menghasilkan benih janin anak manusia, yakni bertemunya sel telur dengan sel sperma  yang terpilih dari 20-500 juta sel sperma yang dipancarkan oleh suami, dan hanya satu yang akan menjadi manusia.
            Hasil pembuahan tersebut mengantarkan Istri menjadi calon ibu, yakni mengandung si  janin,selama kurang lebih 9 bulan 10 hari, dia tidak bisa menghindari rasa mual yang luar biasa yang dilanjutkan dengan muntah-muntah setiap harinya akibat berbagai adaptasi yang dilakukan tubuhnya untuk mempersiapkan kehidupan bayi dalam rahimnya.akibatnya dia merasakan tubuhnya yang melemah hari demi hari hingga bulan demi bulan selanjutnya.
            Akan tetapi tidak Cuma itu saja yang dia hadapi dan rasakan ada yang mengalami perubahan kulit yang kehitaman mual-muntah terus menerus terjadi dan bahkan lambungnya teriritasi dan terjadilah muntah darah karenanya. Ada pula yang memproduksi air ludah berlebih sehingga menambah rasa mual. Ada pula yang merasakan perubahan pada indera penciuman yang meningkat secara tajam sehingga dia sangat menderita karena sesuatu bisa tercium sangat harum atau malah sebaliknya. Memang semua itu bisa terjadi akibat perubahan hormon sang calon Ibu.
            Pada saat berat badan janin mulai bertambah dan sangat kesulitan mengatur posisi tidurnya hingga tak jarang mengalami sesak nafas, dengan kondisi fisik tersebut, tentunya secara psikis sang Ibu menjadi sangat labil dan sensitif. Tubuhnya yang melemah dan kondisi psikis yang labil dan sensitif tersebut sangat membutuhkan perhatian dan kasih saying dari para suami atau calon Bapak.
            Para Ibu, adalah perempuan yang harus meregang nyawa ketika mengejan hendak melahirkan bayinya dan kembali berdarah-darah karenanya. Rasa sakit luar biasa dialami sang calon ibu secara rutin pada saat kontraksi terjadi dalam hitungan mulai dari jam hingga menit. Betapa rasa sakit itu tak terkatakan dan sang suami dapat merasakan penandanya dari dari genggaman erat tanggan istrinya pada tanganya. Begitu bayi keluar, SUBHANALLAH, kebahagiaan karena hadirnya sang buah hati telah membuat rasa sakit sa’at mengejan itu seolah hilang begitu saja. Dan sang istri pun menjadi ibu sekarang.
            Akan tetapi, rasa sakit secara fisik belum berhenti dirasakan sang ibu, jika dia melahirkan secara normal dengan area jahitan pada jalan keluar bayi ataupun melahirkan dengan Caesar, sang ibu pun kembali merasakan sakit akibat jahitan atau operasi tersebut. Kendatipun demikian, ibu tidak menghiraukan rasa sakit tersebut. Ia tetap merawat bayinya dengan penuh kasih saying.
            Saat menyusui sang ibu kembali menahan sakit pada saat ini, proses menyusui tidak selalu berjalan dengan mudah, ada saat sang bayi bias jadi menyedotnya dengan begitu keras saat kehausan sehingga mengalir air mata sang ibu menahan sakit akibat sedotan sang bayi.sang ibu memang bias berhenti sesaat menyusui karena luka itu, tetapi dia harus rela menerima sakit itu karena demi kehidupan sang bayi yang di dambakan untuk menjadi anak yang berguna.
            Siang demi siang, malam demi malam berlangsung dengan rasa lelah sang ibu tak pernah bosan menghampiri sang ibu. Sang ibu harus rela dengan bau ompol bayinya sehingga sudah menjadi parfumnya setiap hari.
            Sang ibu juga tetap menjadi pendidik yang pertama dan utama untuk anaknya agar anaknya mengenal huruf, mengenal dan mencintai AL-QUR’AN dan ROSULnya. Sang ibu juga yang pertama kali mengajarkan adab sopan-santun pada anak-anaknya, mulai dari makan yang baik, melepas dan memakai baju, hingga mengajar kan bagaimana bergaul dengan orang di sekitarnya dengan baik dan sopan.
            Sungguh, perjuangan ibu tidak cukup sampai disitu dia tetap berdo’a di setiap sujudnya agar anaknya kelak jadi orang yang sukses dalam menggapai cita-citanya setinggi langit. Kasih sayangnya tak lekang oleh waktu dan bahkan mampu menutupi kegelisahanya akan ancaman penyakit kangker yang bisa jadi menyerang anggota tubuhnya yang dia gunakan untuk kehidupan bayinya, yakni rahim dan payudaranya.
            Lantas, apa yang kita perbuat sudah membalas pengorbanan ibu selama ini, atau bahkan menjadikan sang ibu menderita melihat tingkah kita ketika menginjak dewasa? Apakah kita sadar bahwa setiap kita pergi sekolah, ibu selalu menunggumu di rumah dengan penuh harap dan cemas, tapi apa balasan kita, kita justru bermain dengan teman hingga sore hari tak memperdulikan ibumu yang ingin melihatmu pulang dengan senyum dan istirahat dirumah, disaat umur ibumu bertambah tua dan tenaganya sudah mulai melemah dia hanya menginginkanmu untuk selalu membuatnya tersenyum, tapi apa yang kita lakukan, kita justru menambah derita sang ibu karena kita sibuk mengurus diri kita sendiri sehingga lupa dengan kasih sayang sang ibu yang telah diberikan kepada kita dengan penuh pengorbanan jiwa raga dan nyawanya.
Sumber: majalah AL-HAROMAIN EDISI BULAN DESEMBER HAL. 30.

Minggu, 07 Desember 2014

Halalkah Budaya perayaan Tahun Baru Masehi

            Malam tahun masehi selalu dirayakan secara meriah oleh masyakat dunia termasuk indonesia, walau sebenarnya budaya tersebut bukan termasuk budaya masyarakat indonesia islam khususnya,, bahkan sangat bertentangan dengan syariat islam. menurut K.H LUTFI BASHORI pengasuh ponpes Ribath AL-Murtadlo Al-islami Singosari Malang,  perayaan tahun baru masehi adalah budaya yang dibawa penjajah belanda yang notabene adalah beragama kristen dan bertentangan dengan Agama Islam yang dikembangkan  oleh wali songo sejak sebelum datangnya penjajah tersebut, yaitu lebih di utamakan kemayarakatan dengan menggunakan kalender hijriah yang denganya hari-hari besar Islam ditetapkan.Sehingga, dengan demikian masyarakat islam diharamkan ikut-ikutan berpesta foya merayakan tahun baru . karena Alloh menegaskan dalam Al-qur'an "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada tuhanya."  (Q.S. Al-Israa' (17). 27.
           Jika kita cermati, sebenarnya berbagai pesta perayaan tahun bari masehi adalah hal yang sia-sia karena menyita waktu untuk istirahat dan juga membuka pintu kemaksiatan.berapa milyar rupiah dikeluarkan untuk kembang api,sinar lazer, makanan mewah,dan berbagai konser musik ikut dalam perayaan malam tersebut yang tak jarang menimbulkan tawuran dan kerusuhan, konvoi keliling kota semalam suntuk yang bising,tak tertib dan rawan menimbulkan kecelakaan berapa liter BBM dihabiskan? Anehnya, pemerintah malah terkesan melakukan pembiaran, sebaliknya takbir keliling yang sangat dengan makna syiar agama islam di Jakarta dan kota lainya justru dilarang miris bukan?
          Hal yang lebih mengerikan adalah dampak kerusakan moral terutama bagi para remaja. dengan dalih merayakan tahun baru massehi, mereka bebondong-bondong menuju tempat-tempat hiburan malam,taman-taman rekreasi , walau ditengah malam gulita yang waktu tersebut lebih mulia untuk menunaikan sholat tahajud. 
         Saya masih ingat ketika tahun baru 2014 lalu saya ikut menghadiri acara organisasi PELAJAR NAHDLATUL ULAMA di kantor CABANG PONOROGO. dengan acara nonton bareng film SANG KYAI saya berharap bisaa meniru teladan sang pendiri NU yaitu Hadratussyeikh HASYIM ASY'ARI.selepas acara tersebut tepatnya pukul 00.00 saya pulang menuju rumah dijalan,saya menyaaksikan langsung pemandangan yang sangat mengagetkan : 

  • banyak muda-mudi berdua'an sambil bermesraan dan penuh kegembiraan seakan-akan dunia miliknya berdua.
  • Banyak muda-mudi berkonvoi di jantung kota dengan ugal-ugalan yang membahayakan pengendara lain.
  • Juga terdengar kebisingan terompet hingga gemerlap kembang api perayaan akhir tahun

        Fakta lain yang lebih menyedihkan dari dampak perayaan tahun baru adalah penjualan Kondom di toko dan Apotik meningkat drastis bahkan sampai kehabisan. tentunya hal tersebut sangat merusak moral bangsa Indonesia dan menjauhkan dari tradisi Agama Islam. dan juga sebagai peringatan bagi para orang tua untuk menjaga dan mendidik putra dan putrinya untuk tidak masuk dalam jurang kemaksiatan akibat perayaan tahun baru yang penuh resiko pemborosan.dimana endingnya sangat fatal yaitu terenggutnya keperawanan yang berbuah kehamilan diluar nikah bahkan nyawa mereka melayang akibat oplosan.

         Dalam hal seperti ini kita harus kembali pada diri kita masing-masing untuk selalu meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Alloh SWT. mari bergabung dengan organisasi yang di bentuk para ulama' yang mencegah perbuatan pnegatif dan menganjurkan perbuatan positif seberti bakti sosial,kajian keislaman dll.sehingga kita dijauhkan dari kegiatan-kegiatan yang berbau non muslim yang menyesatkan AQIDAH Agama kita. dan semoga pemuda-pemudi islam indonesia menjadi generasi penerus bangsa yag bermoral dan ber Akhlaqul Karimah. Amiiiiiin. sumber rujukan dari majalah AL-HAROMAIN edisi bulan Desember hal. 5 foto dari http://4.bp.blogspot.com/