oke

Senin, 07 April 2014

Lirik “Kisah Sang Rasul”

Kubah Hijau Makam Rasulullah Lirik Shalawat Kisah Sang Rasul by Habib Rizieq Syihab
Ref:
رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو #  فِى لِيَالىِ المَولِدِ
وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو #  مِن مَعَانِى اَحمَدِ 2x
فِى لَيَالِى المَولِدِ2x
Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya
Abdulmuthalib kakeknya Abuthalib pamannya
Khadijah istri setia Fatimah putrid tercinta
Semua bernasad mulia, dari Quraisy ternama
#Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka 2x
Oh penuh suka duka 2x
Back to reff:
Dua bulan di kandungan wafat Ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan yatim dengan kakekya
Sesuai adat yang ada disusui Halimah
6 tahun usianya wafat ibu terpuja
#:
Back to reff:
8 tahun usia kakek meninggalkanya
Abuthalib-pun menjaga paman paling pembela
Saat kecil penggembala dagang saat remaja
Umur 25 memperistri Khodijah
#:
Back to reff:
Di umur ke-30 mempersatukan bangsa
Saat peletakkan batu Hajar Aswad mulia
Genap 40 tahun mendapatkan risalah
Iapun menjadi Rasul Akhir para annbiya
#: -> back to reff:

Minggu, 06 April 2014

biografi dua tokoh sahabat



Muhammadiyyah Dan Nahdlatul Ulama


1. KH. Ahmad Dahlan (Yogyakarta, 1868-1923)  Usia 55 Tahun.

Beliaulah Muhammad Darwis bin Abu Bakar bin Muhammad Sulaiman bin Murtadha bin Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Sulaiman (Ki Ageng Gribig) bin Muhammad Fadhlullah (Prapen) bin Maulana ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Muhammadiyyah lahir 18 November 1912/8 Dzullhijjah 1330, dengan pondasi ayat: “Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran ayat 104).



2. KH. Hasyim Asy’ari (Jombang, 1875-1947) Usia 72 Tahun.

Beliaulah Muhammad Hasyim bin Asy’ari bin Abu Sarwan bin Abdul Wahid bin Abdul Halim bin Abdurrahman (Pangeran Samhud Bagda) bin Abdul Halim (Pangeran Benawa) bin Abdurrahman (Jaka Tingkir) bin Maulana ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Nahdlatul Ulama lahir 31 Januari 1926/16 Rajab 1344, dengan pondasi ayat: “Dan berpeganglah kalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kau karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kau telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkanmu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kalian mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran ayat 103).